Selasa, 16 Maret 2010

Thypus Abdominalis


Thypus Abdominalis
Thypus Abdominalis adalah suatu penyakit infeksi pada usus halus dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran (Rampengan,1990).
Typus adalah kelompok yang mempunyai hubungan dekat dengan penyakit riketsia akut dan ditularkan melalui antropoda, yang berbeda dalam intensitas tanda-tanda dan gejala-gejalanya beratnya dan angka kematiannya. Semua kelompok ini ditandai dengan sakit kepala, mengigil, demam, stupor, dan erupsi makular, makulopapular, petekial atau papulovesikuler (Kamus Saku Kedokteran Dorland).

Gejala-gejala Thypus Abdominalis

Gejala typhus antara lain meningkatnya suhu tubuh pada awal minggu pertama disertai lemahnya tubuh, sakit kepala, tidak nafsu makan, dan kesulitan buang air besar. Pada minggu kedua dan ketiga penderita akan mengalami demam tinggi hingga 40°C, pusing, lesu tak bergairah, pembengkakan pada hati dan limpa serta denyut nadi yang makin lemah dan perut kembung.

Pada akhir minggu kedua nampak warna merah pada tubuh. Umumnya, awal minggu ketiga ditandai dengan diare mirip bubur, yang diiringi perdarahan usus dan luka pada usus. Pada saat ini dapat pula typhus menjalar ke organ tubuh lain terutama hati, saluran empedu dan tulang (Nurbayati, 2007)

Jenis Diet untuk orang yang mengalami thypus abdominalis akut adalah diet makan saring. Diet makanan saring adalah makanan semipadat yang mempunyai tekstur lebih halus daripada makanan lunak, sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna. Menurut keadaan penyakit, makanan saring dapat diberikan langsung kepada pasieen atau merupakan perpindahan dari makanan cair kental ke makanan lunak (moenarko, 2004).

Tujuan dan Syarat Diet

Tujuan diet makan saring adalah memberikan makanan dalam bentuk semipadat sejumlah yang mendekati kebutuhan gizi pasien untuk jangka waktu pendek sebagai proses adaptasi terhadap bentuk makanan yang lebih padat.

Syarat-syarat diet makanan saring adalah:

1. Hanya diberikan untuk jangka waktu singkat selama 1-3 hari, karena kurang memenuhi kebutuhan gizi, terutama energi dan tiamin.

2. Rendah serat, diberikan dalam bentuk disaring atau diblender.

3. Diberikan dalam porsi kecil dan sering, yaitu 6-8 kali sehari.

Bahan-bahan yang Tidak dianjurkan

Bahan makanan yang tidak dianjurkan pada diet makan saring adalah:

1. Sumber karbohidrat : beras ketan, jagung, cantel, ubi, talas, singkong.

2. Sumber protein hewani : daging, ayam berlemak; daging, ayam, ikan diawet, digoreng; ikan banyak duri.

3. Sumber protein nabati : kacang-kacangan dan hasil olah seperti tahu dan tempe digoreng.

4. Sayuran : sayuran mentah, sayuran berserat tinggi dan menimbulkan gas seperti daun singkong, kacang panjang, kol, lobak, sawi, dan asparagus.

5. Buah-buahan : buah yang tinggi serat dan/ atau dapat menimbulkan gas seperti jambu biji, nanas, apel, kedondong, durian, nangka.

6. Minuman : minuman yang mengandung soda dan alkohol.

7. Bumbu : bumbu yang tajam, seperti merica dan cabai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar